DAFTAR TANDA

(  )
  1. Menunjukkan penerangan tata bahasa.
  2. Tanda untuk to dan ni yang sering disertakan atau kadang-kadang dihilangkan pada akhir kata dari kata keterangan dalam penulisan huruf Jepang dari kata kepala.
  3. Selain itu dipakai pula pada waktu menambahkan keterangan yang bersifat tambahan atau catatan yang bersifat bagian.
《≒  》
Menunjukkan nama jenis kata yang setaraf dengan RENGO pada penunjukkan jenis kata dari kata kepala.
《  》
Menunjukkan tulisan huruf Kanji istimewa di bagian kata kepala.
<  >
Menunjukkan penulisan huruf yang dibedakan berdasarkan klasifikasi arti.
「  」
Menunjukkan rangkaian contoh, apabila kalimatnya terdiri dari dua kalimat.
〔  〕
Menunjukkan bahwa hal itu merupakan terjemahan atau keterangan dari kalimat atau kata-kata sebelumnya di dalam contoh kalimat.
=
Menunjukkan bahwa kata tersebut merupakan terjemahan langsung dari kata kepala.
<  >
Menunjukkan bentuk kata dalam bahasa Jepang di dalam kaliamt bahasa Indonesia.
{  /  }
Dipakai pada waktu menderetkan kata-kata yang bisa menggantikan kata tersebut.
{  |  }
Dipakai pada waktu menderetkan kata-kata yang terjemahan.
I II III
Klasifikasi tingkat pertama. Klasifikasi pada waktu timbul perbedaan arti yang disebabkan oleh perbedaan sifat tata bahasanya.
1 2 3
Klasifikasi tingkat kedua. Klasifikasi arti pada waktu perbedaan artinya tidak dipengaruhi oleh sifat tata bahasanya.
(MIS)
Menunjukkan contoh kalimat, contoh kata majemuk.
(KL)
Menunjukkan kata lawan.
(SIN)
Menunjukkan ungkapan sinonim .
(FA)
Menunjukkan fasal (kata) acuan.
      
Tanda aksen.
  1. Tanda batas antara bunyi sengau dengan huruf hidup atau y .
  2. Tanda batas suku kata apabila huruf hidupnya berangkai.
  1. Tanda penderetan tulisan huruf Jepang di dalam kata kepala.
  2. Penderetan jenis kata, pola konjugasi.
  3. Menunjukkan bahwa satu kata dalam huruf Romawi yang berakhir pada akhir baris, dilanjutkan pada baris berikutnya.
;
Menunjukkan satuan batas besar dalam kalimat keterangan.
,
  1. Menunjukkan satuan batas kecil dalam kalimat keterangan.
  2. Penderetan kata-kata yang terjemahan.
Menunjukkan konstruksi kata dalam huruf Romawi.
Menunjukkan bentuk asal dan konstruksi kata dari kata yang muncul di situ.
Menunjukkan bahwa satu kata bersambung dengan kata lainnya. Menunjukkan bagian yang cocok dengan kata kepala di dalam contoh kalimat atau contoh kata majemuk.
Batas pada waktu menderetkan kata-kata yang bisa menggantikan kata tersebut.